BIOZINE #2 Meet the Winners: Cerita di Balik Histamin
HISTAMIN: Merangkai Ide, Mengukir Prestasi
HISTAMIN atau Himapbio Essay Training and Competition merupakan salah satu program dari Departemen Pendidikan dan Penelitian yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dalam menulis esai. Pada tahun 2026, HISTAMIN dibuka bagi mahasiswa dari berbagai universitas di Kalimantan Timur dan berhasil diikuti oleh 24 tim dengan total 33 peserta. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara online dan gratis, mulai dari tahap persiapan, pendaftaran, pengumpulan karya, penjurian, hingga rekapitulasi nilai dan pengumuman pemenang.
Bagi Anggun selaku penyelenggara, HISTAMIN menjadi salah satu kegiatan yang cukup seru dan berkesan. Antusiasme peserta yang cukup tinggi memberikan rasa senang dan bangga karena kegiatan yang telah dipersiapkan akhirnya dapat terlaksana dengan baik. Selain menjadi wadah untuk berkompetisi, HISTAMIN juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan menulis dan menuangkan ide melalui sebuah karya esai.
Sementara itu, bagi Lia, Anita, dan Nomi sebagai salah satu tim pemenang, proses mengikuti lomba dimulai dengan memahami topik dan mencari akar masalah dari isu yang mereka angkat. Menurut mereka, menemukan akar masalah menjadi salah satu bagian yang paling penting sekaligus cukup menantang. Dari sana, mereka dapat menentukan solusi dan mengembangkan judul agar esai yang dibuat memiliki arah yang lebih jelas. Proses tersebut juga dilengkapi dengan diskusi dan beberapa kali revisi agar karya yang dihasilkan semakin matang.
Bagi Lia, Anita, dan Nomi, pengalaman mengikuti HISTAMIN menjadi salah satu hal yang paling berkesan karena berhasil meningkatkan kepercayaan diri untuk mengikuti lomba esai lainnya. Sebelumnya, beberapa karya yang mereka buat belum berhasil lolos. Karena itu, ketika mengikuti HISTAMIN dan akhirnya berhasil lolos, mereka merasa sangat bersyukur. Terlebih lagi, HISTAMIN menjadi pengalaman pertama mereka berhasil lolos sekaligus menjadi pemenang dalam sebuah kompetisi esai.
Menariknya, perjalanan mereka menuju kemenangan juga tidak sepenuhnya berjalan mulus. Esai yang dibuat sempat hampir tidak diterima karena mengalami kendala saat proses pengiriman. Saat itu, mereka bahkan sudah sedikit pasrah dan tidak menyangka dapat lolos, terlebih hingga berhasil menjadi juara. Dari pengalaman tersebut, Lia, Anita, dan Nomi belajar bahwa proses tidak selalu berjalan sesuai harapan, tetapi tetap mencoba dan tidak mudah menyerah dapat membuka kesempatan untuk mendapatkan hasil yang tidak terduga.
HISTAMIN akhirnya bukan hanya menjadi sebuah kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berproses, dan membangun keberanian dalam mencoba. Dari sisi penyelenggara maupun peserta, setiap tahap memberikan pengalaman dan cerita tersendiri. Semoga HISTAMIN dapat terus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, menuangkan gagasan, dan berani membawa karyanya lebih jauh.
KABINET NAVANDHARA
Komentar
Posting Komentar